On Wednesday, January 4th, 2012, my friend and I went to Agro, Batu. How lucky I am I met my idol at there. I met Kim Kurniawan at 8 p.m. He is handsome, cool, kind, and all the best for him. Of course, we took some picture with him. We had spoken for long time enough with Kim, his brother maybe, and his uncle I think :) About hmm.. 5-10 minutes. Hahahahaha,,
They were very kind to us. *fly ξ\(⌒.⌒)/ξ How happy I am at that night ! :DD
Here is the one of our picture we had taken..
Here is about Kim Jeffrey Kurniawan..
Kim Jeffrey Kurniawan is an Indonesian football player, currently playing for the Indonesian football club Persema Malang. He was born on March 23, 1990 in Mühlacker, Germany, to a German mother Uschi and a Indonesian father Petrus Kurniawan.
His grandfather from his father's side, Kwee Hong Sing, was also a footballer who played for Persija Jakarta and also the Indonesian national football team in the 1950s. Born as a German national, Kurniawan decided to obtain an Indonesian
passport after PSSI offered him to play for the national team. He came
to Indonesia in early 2010 with other Indonesian descent footballers Irfan Bachdim
and Alessandro Trabucco. They were invited by PSSI to play in two
charity games. Along with Bachdim, he was widely mentioned by many local
medias after their well performance in the game. On December 2010, he officially holds an Indonesian passport and became the first naturalized football player
He gained fame in Indonesia after the Indonesian Football Association
(PSSI) decided to naturalize Kurniawan for their "naturalization
program."
On December 6, 2010, he officially holds an Indonesian passport,
becoming the first naturalized Indonesian football player.
Kim also played on the movie which title is Tendangan Dari Langit. It is his first movie which he played.
Tim nasional sepak bola U-23 Indonesia adalah untuk pemain sepak bola Indonesia yang berumur dibawah 23 tahun.
Pembinaan staff
Manajer: Iman Arief (Pengurus)* Pelatih: Alfred Riedl
Karena Adjie Massaid meninggal, maka manajer Timnas sepak bola U-23 Indonesia diganti menjadi Iman Arief.
Skuat
Berikut adalah skuat Timnas sepak bola Indonesia U-23 yang akan bermain di turnamen pra-Olimpiade tahun 2012, yang akan melawan Turkmenistan. (23 Februari 2011).
No.
Pos.
Pemain
Tanggal lahir (umur)
Klub
GK
Aji Saka
23 Februari 1991 (umur 20)
Arema Malang
GK
Andritany Ardhiyasa
26 Desember 1991 (umur 19)
Persija Jakarta
GK
Johan Angga Kesuma
29 Desember 1989 (umur 21)
Persijap Jepara
GK
Johan Manaji
29 Desember 1989 (umur 21)
Persiba Bantul
GK
Kurnia Meiga Hermansyah
28 Mei 1989 (umur 21)
Arema FC
GK
Mohammad Ridwan
Persita Tangerang
DF
Barkah Chrustianhadi
17 April 1991 (umur 19)
Persijap Jepara
DF
Burhanudin Nihe
1 Januari 1989 (umur 22)
Persigo Gorontalo
DF
Choirun Nasirin
12 Agustus 1989 (umur 21)
Persela Lamongan
DF
Fachrudin Wahyudi Aryanto
19 Februari 1989 (umur 22)
PSS Sleman
DF
Gunawan Dwi Cahyo
20 April 1989 (umur 21)
Sriwijaya FC
DF
Hendro Siswanto
12 Maret 1990 (umur 20)
Persela Lamongan
DF
Johan Ahmad Farizi
25 Mei 1990 (umur 20)
Arema FC
DF
Marko Markus Kabiay
4 September 1990 (umur 20)
Pelita Jaya
DF
Nasution Karubaba
27 November 1989 (umur 21)
Perseman Manokwari
DF
Rachmat Latief
27 November 1988 (umur 22)
Sriwijaya FC
MF
Aris Alfiansyah
10 April 1989 (umur 21)
Persela Lamongan
MF
David Laly
7 November 1991 (umur 19)
Persipura Jayapura
MF
Dias Angga Putra
6 Mei 1989 (umur 21)
Persib Bandung
MF
Egi Melgiansyah
4 September 1990 (umur 20)
Pelita Jaya
MF
Fendry Mofu
10 September 1989 (umur 21)
Semen Padang
MF
Jeki Arisandi
30 November 1990 (umur 20)
Sriwijaya FC
MF
Johan Yoga Utama
19 Februari 1990 (umur 21)
Persib Bandung
MF
Munadi
25 Januari 1989 (umur 22)
Persib Bandung
MF
Oktovianus Maniani
10 Oktober 1990 (umur 20)
Sriwijaya FC
MF
Rendi Saputra
28 April 1989 (umur 21)
Persib Bandung
MF
Rizky Ramdani Lestaluhu
5 November 1991 (umur 19)
Persija Jakarta
MF
Safri Umri
12 Februari 1990 (umur 21)
Persiraja Banda Aceh
MF
Septia Hadi
26 September 1991 (umur 19)
PSPS Pekanbaru
MF
Yoga Eka Fermansyah Hera
15 September 1988 (umur 22)
Bontang FC
FW
Dendi Santoso
9 Mei 1990 (umur 20)
Arema FC
FW
Engel Berth Sani
28 Mei 1990 (umur 20)
Pelita Jaya
FW
Joko Sasongko
4 Juli 1990 (umur 20)
Pelita Jaya
FW
Lukas Wellem Mandowen
4 Juli 1990 (umur 20)
Persipura Jayapura
FW
Rishadi Fauzi
6 April 1989 (umur 21)
Persita Tangerang
FW
Rizky Novriansyah
23 November 1989 (umur 21)
Persijap Jepara
FW
Syaiful Amar
Persibangga Purbalingga
FW
Titus Bonay
4 Maret 1989 (umur 22)
Persipura Jayapura
FW
Yongki Aribowo
23 November 1989 (umur 21)
Arema FC
Hasil
Persahabatan
5 Februari 2011
Indonesia
1 - 1
Pelita Jaya U-21
Jakarta, Indonesia
Hendro 45'
Magdis 41'
9 Februari 2011
Hong Kong
v
Indonesia
Hong Kong
12 Februari 2011
Hong Kong
v
Indonesia
Hong Kong
Turnamen pra-Olimpiade tahun 2012
23 Februari 2011
Indonesia
1 - 2
Turkmenistan
Palembang, Indonesia
Lokasi: Gelora Sriwijaya Stadium
9 Maret 2011
Turkmenistan
0 - 1
Indonesia
Ashkhabad, Turkmenistan
Lokasi: Ashgabat Olympic Stadium
Oktovianus Maniani Tidak Dipanggil Timnas
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman
Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl hari ini mengumumkan 20 nama pemain yang diprioritaskan untuk timnas Sea Games 2011 mendatang. Diantara 20 nama pemain tersebut, Oktovianus Maniani, merupakan pemain yang tidak dipanggil Riedl. Okto dicoret Riedl lantaran dianggap bandel, dan sering melanggar aturan.
"Okto is out. Dia banyak masalah. Setiap hari, setidaknya Okto membuat satu masalah. Kemampuan dan talenta memang sangat penting. Tapi saya kira itu bukan segalanya. Ini adalah permainan team, bukan soal individu pemain," ujar Riedl di FX Senayan, Senin (14/3/2011).
Sebelum memutuskan untuk tidak memanggil Okto pada pelatnas Sea Games mendatang, Riedl mengaku telah mempertimbangkan betul-betul komposisi timnas jika bermain minus Okto. Apalagi, secara kemampuan pemain Sriwijaya FC tersebut tak lagi diragukan.
Namun, sikap Okto yang tak kunjung mengalami perubahan dan dinilai Riedl sudah tak bisa dikompromi membuat pelatih kelahiran Austria tersebut tak punya pilihan selain tidak mengikutsertakan Okto.
"Saya tidak perlu bilang apa-apa lagi. Saya sudah sering bicara dengan Okto. Sebagai pemain bagus, Anda harus menunjukkan Anda bagus di lapangan dan di luar," ujar Riedl.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman: Pencoretan nama Oktovianus Maniani dari skuad timnas Sea Games dinilai Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl sebagai konsekuensi logis dari bandelnya sikap pemain Sriwijaya FC tersebut.
Riedl mengaku, sebelum akhirnya memutuskan tidak memanggil Okto, ia telah melakukan berbagai upaya untuk membuat Okto lebih disiplin.
Menurut Riedl, seorang pemain yang baik seharusnya tidak hanya bersikap disiplin di lapangan. Di luar lapangan, seorang pemain profesional juga dituntut untuk bisa membawa diri dengan baik sebagai penyeimbang kedisiplinan saat bermain di lapangan.
Riedl lalu mencontohkan sikap dan kedisiplinan Christian Gonzales, yang menurutnya sangat berbeda dengan apa yang dilakukan Oktovianus Maniani. Menurut Riedl, meski sama-sama bertalenta, namun sikap Okto sangat berbeda dengan Gonzales.
Di satu sisi, Cristian Gonzales selalu bersikap rendah hati meski disanjung dan dipuji banyak kalangan saat Piala AFF yang lalu. Meski berkontribusi besar bagi timnas, namun Gonzales juga tidak pernah membuat ulah selama bergabung dengan timnas.
Di lain sisi, Riedl menyebut, tingkah Okto terbilang neko-neko meski belum berkontribusi besar bagi tim. Meski telah dirangkul dan diberi pengerian oleh jajaran pelatih dan official timnas, namun Okto dinilai tetap tidak berubah.
"Anda bisa bandingkan antara Okto dengan Cristian Gonzales. Gonzales mencetak dua gol saat lawan Filipina dan berkontribusi besar mengantar timnas ke final AFF. Tapi dia bisa bersikap profesional. Sementara Okto yang kontibusinya tak signifikan, tingkahnya malah aneh-aneh," ujar Riedl.
On Wednesday, January 4th, 2012, my friend and I went to Agro, Batu. How lucky I am I met my idol at there. I met Kim Kurniawan at 8 p.m. He is handsome, cool, kind, and all the best for him. Of course, we took some picture with him. We had spoken for long time enough with Kim, his brother maybe, and his uncle I think :) About hmm.. 5-10 minutes. Hahahahaha,,
They were very kind to us. *fly ξ\(⌒.⌒)/ξ How happy I am at that night ! :DD
Here is the one of our picture we had taken..
Here is about Kim Jeffrey Kurniawan..
Kim Jeffrey Kurniawan is an Indonesian football player, currently playing for the Indonesian football club Persema Malang. He was born on March 23, 1990 in Mühlacker, Germany, to a German mother Uschi and a Indonesian father Petrus Kurniawan.
His grandfather from his father's side, Kwee Hong Sing, was also a footballer who played for Persija Jakarta and also the Indonesian national football team in the 1950s. Born as a German national, Kurniawan decided to obtain an Indonesian
passport after PSSI offered him to play for the national team. He came
to Indonesia in early 2010 with other Indonesian descent footballers Irfan Bachdim
and Alessandro Trabucco. They were invited by PSSI to play in two
charity games. Along with Bachdim, he was widely mentioned by many local
medias after their well performance in the game. On December 2010, he officially holds an Indonesian passport and became the first naturalized football player
He gained fame in Indonesia after the Indonesian Football Association
(PSSI) decided to naturalize Kurniawan for their "naturalization
program."
On December 6, 2010, he officially holds an Indonesian passport,
becoming the first naturalized Indonesian football player.
Kim also played on the movie which title is Tendangan Dari Langit. It is his first movie which he played.
Tim nasional sepak bola U-23 Indonesia adalah untuk pemain sepak bola Indonesia yang berumur dibawah 23 tahun.
Pembinaan staff
Manajer: Iman Arief (Pengurus)* Pelatih: Alfred Riedl
Karena Adjie Massaid meninggal, maka manajer Timnas sepak bola U-23 Indonesia diganti menjadi Iman Arief.
Skuat
Berikut adalah skuat Timnas sepak bola Indonesia U-23 yang akan bermain di turnamen pra-Olimpiade tahun 2012, yang akan melawan Turkmenistan. (23 Februari 2011).
No.
Pos.
Pemain
Tanggal lahir (umur)
Klub
GK
Aji Saka
23 Februari 1991 (umur 20)
Arema Malang
GK
Andritany Ardhiyasa
26 Desember 1991 (umur 19)
Persija Jakarta
GK
Johan Angga Kesuma
29 Desember 1989 (umur 21)
Persijap Jepara
GK
Johan Manaji
29 Desember 1989 (umur 21)
Persiba Bantul
GK
Kurnia Meiga Hermansyah
28 Mei 1989 (umur 21)
Arema FC
GK
Mohammad Ridwan
Persita Tangerang
DF
Barkah Chrustianhadi
17 April 1991 (umur 19)
Persijap Jepara
DF
Burhanudin Nihe
1 Januari 1989 (umur 22)
Persigo Gorontalo
DF
Choirun Nasirin
12 Agustus 1989 (umur 21)
Persela Lamongan
DF
Fachrudin Wahyudi Aryanto
19 Februari 1989 (umur 22)
PSS Sleman
DF
Gunawan Dwi Cahyo
20 April 1989 (umur 21)
Sriwijaya FC
DF
Hendro Siswanto
12 Maret 1990 (umur 20)
Persela Lamongan
DF
Johan Ahmad Farizi
25 Mei 1990 (umur 20)
Arema FC
DF
Marko Markus Kabiay
4 September 1990 (umur 20)
Pelita Jaya
DF
Nasution Karubaba
27 November 1989 (umur 21)
Perseman Manokwari
DF
Rachmat Latief
27 November 1988 (umur 22)
Sriwijaya FC
MF
Aris Alfiansyah
10 April 1989 (umur 21)
Persela Lamongan
MF
David Laly
7 November 1991 (umur 19)
Persipura Jayapura
MF
Dias Angga Putra
6 Mei 1989 (umur 21)
Persib Bandung
MF
Egi Melgiansyah
4 September 1990 (umur 20)
Pelita Jaya
MF
Fendry Mofu
10 September 1989 (umur 21)
Semen Padang
MF
Jeki Arisandi
30 November 1990 (umur 20)
Sriwijaya FC
MF
Johan Yoga Utama
19 Februari 1990 (umur 21)
Persib Bandung
MF
Munadi
25 Januari 1989 (umur 22)
Persib Bandung
MF
Oktovianus Maniani
10 Oktober 1990 (umur 20)
Sriwijaya FC
MF
Rendi Saputra
28 April 1989 (umur 21)
Persib Bandung
MF
Rizky Ramdani Lestaluhu
5 November 1991 (umur 19)
Persija Jakarta
MF
Safri Umri
12 Februari 1990 (umur 21)
Persiraja Banda Aceh
MF
Septia Hadi
26 September 1991 (umur 19)
PSPS Pekanbaru
MF
Yoga Eka Fermansyah Hera
15 September 1988 (umur 22)
Bontang FC
FW
Dendi Santoso
9 Mei 1990 (umur 20)
Arema FC
FW
Engel Berth Sani
28 Mei 1990 (umur 20)
Pelita Jaya
FW
Joko Sasongko
4 Juli 1990 (umur 20)
Pelita Jaya
FW
Lukas Wellem Mandowen
4 Juli 1990 (umur 20)
Persipura Jayapura
FW
Rishadi Fauzi
6 April 1989 (umur 21)
Persita Tangerang
FW
Rizky Novriansyah
23 November 1989 (umur 21)
Persijap Jepara
FW
Syaiful Amar
Persibangga Purbalingga
FW
Titus Bonay
4 Maret 1989 (umur 22)
Persipura Jayapura
FW
Yongki Aribowo
23 November 1989 (umur 21)
Arema FC
Hasil
Persahabatan
5 Februari 2011
Indonesia
1 - 1
Pelita Jaya U-21
Jakarta, Indonesia
Hendro 45'
Magdis 41'
9 Februari 2011
Hong Kong
v
Indonesia
Hong Kong
12 Februari 2011
Hong Kong
v
Indonesia
Hong Kong
Turnamen pra-Olimpiade tahun 2012
23 Februari 2011
Indonesia
1 - 2
Turkmenistan
Palembang, Indonesia
Lokasi: Gelora Sriwijaya Stadium
9 Maret 2011
Turkmenistan
0 - 1
Indonesia
Ashkhabad, Turkmenistan
Lokasi: Ashgabat Olympic Stadium
Oktovianus Maniani Tidak Dipanggil Timnas
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman
Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl hari ini mengumumkan 20 nama pemain yang diprioritaskan untuk timnas Sea Games 2011 mendatang. Diantara 20 nama pemain tersebut, Oktovianus Maniani, merupakan pemain yang tidak dipanggil Riedl. Okto dicoret Riedl lantaran dianggap bandel, dan sering melanggar aturan.
"Okto is out. Dia banyak masalah. Setiap hari, setidaknya Okto membuat satu masalah. Kemampuan dan talenta memang sangat penting. Tapi saya kira itu bukan segalanya. Ini adalah permainan team, bukan soal individu pemain," ujar Riedl di FX Senayan, Senin (14/3/2011).
Sebelum memutuskan untuk tidak memanggil Okto pada pelatnas Sea Games mendatang, Riedl mengaku telah mempertimbangkan betul-betul komposisi timnas jika bermain minus Okto. Apalagi, secara kemampuan pemain Sriwijaya FC tersebut tak lagi diragukan.
Namun, sikap Okto yang tak kunjung mengalami perubahan dan dinilai Riedl sudah tak bisa dikompromi membuat pelatih kelahiran Austria tersebut tak punya pilihan selain tidak mengikutsertakan Okto.
"Saya tidak perlu bilang apa-apa lagi. Saya sudah sering bicara dengan Okto. Sebagai pemain bagus, Anda harus menunjukkan Anda bagus di lapangan dan di luar," ujar Riedl.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman: Pencoretan nama Oktovianus Maniani dari skuad timnas Sea Games dinilai Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl sebagai konsekuensi logis dari bandelnya sikap pemain Sriwijaya FC tersebut.
Riedl mengaku, sebelum akhirnya memutuskan tidak memanggil Okto, ia telah melakukan berbagai upaya untuk membuat Okto lebih disiplin.
Menurut Riedl, seorang pemain yang baik seharusnya tidak hanya bersikap disiplin di lapangan. Di luar lapangan, seorang pemain profesional juga dituntut untuk bisa membawa diri dengan baik sebagai penyeimbang kedisiplinan saat bermain di lapangan.
Riedl lalu mencontohkan sikap dan kedisiplinan Christian Gonzales, yang menurutnya sangat berbeda dengan apa yang dilakukan Oktovianus Maniani. Menurut Riedl, meski sama-sama bertalenta, namun sikap Okto sangat berbeda dengan Gonzales.
Di satu sisi, Cristian Gonzales selalu bersikap rendah hati meski disanjung dan dipuji banyak kalangan saat Piala AFF yang lalu. Meski berkontribusi besar bagi timnas, namun Gonzales juga tidak pernah membuat ulah selama bergabung dengan timnas.
Di lain sisi, Riedl menyebut, tingkah Okto terbilang neko-neko meski belum berkontribusi besar bagi tim. Meski telah dirangkul dan diberi pengerian oleh jajaran pelatih dan official timnas, namun Okto dinilai tetap tidak berubah.
"Anda bisa bandingkan antara Okto dengan Cristian Gonzales. Gonzales mencetak dua gol saat lawan Filipina dan berkontribusi besar mengantar timnas ke final AFF. Tapi dia bisa bersikap profesional. Sementara Okto yang kontibusinya tak signifikan, tingkahnya malah aneh-aneh," ujar Riedl.